Apa penyebab gagalnya internalisasi Corporate Values dalam suatu organisasi?

  Administrator   2017-11-29 15:11:46

Disadari atau tidak, setiap organisasi memiliki values yang berbeda-beda. Kata engagement dalam bahasa Indonesia berarti bertunangan, bisa dibayangkan jika hubungan antara karyawan dan perusahaan adalah engagement, pastinya karyawan akan mempunyai perasaan memiliki, rela berkorban, termotivasi untuk memberikan yang terbaik dan memiliki pride yang tinggi terhadap perusahaan. 

Untuk membentuk corporate values dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen dalam organisasi. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki values yang unik, yang terbentuk dari lingkungannya sejak lahir sampai bertumbuh dewasa. Lingkungan keluarga, masyarakat, dan daerah membentuk values yang unik bagi setiap individu. Untuk itu Organisasi perlu membentuk values yang mampu mempersatukan dan membangkitkan komitmen setiap individu yang ada didalamnya tanpa kecuali untuk berperilaku sesuai dengan values yang ditetapkan. Sehingga dalam proses pembentukan values organisasi diperlukan suatu inisiatif-inisiatif yang tepat dengan obyektif yang jelas, terukur dan terarah, agar values mampu membangun budaya yang kuat dan mengakar serta mampu membuat suatu perbedaan.

Corporate values sebagai dasar bagi corporate culture menjadi sangat penting karena dapat menunjukkan citra organisasi. Saat kita masuk ke dalam organisasi yang berbeda tentunya kita dapat merasakan iklim kerja dan suasana yang berbeda. Contoh yang mudah kita amati adalah saat kita masuk ke restoran X yang memiliki corporate culture yang kuat, tentunya kita akan merasakan kekhas-an dari restoran X, mulai dari sapaan pegawainya, seragam kerjanya, penyajiannya, lingkungan dan suasananya. Hal tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu mencitrakan restoran tersebut. Berbeda saat kita berada di restoran Y yang tidak memiliki corporate culture yang kuat, tentunya kita tidak akan merasakan sentuhan kekhasan yang ingin ditampilkan, bahkan seringkali sikap pegawai yang muncul merupakan sikap bawaan dari individunya masing-masing, kita bisa dihadapkan pada pelayan ramah atau sebaliknya, berbeda dengan restoran X dimana pegawainya menunjukkan citra yang cenderung mirip sesuai dengan corporate culture yang dibentuk dalam organisasinya.

Identifikasi corporate values dalam organisasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melibatkan seluruh komponen dalam organisasi, melalui pembentukan tim khusus, ataupun merupakan buah pemikiran dari top manajemen. Banyak organisasi yang memiliki values, namun gagal dalam proses internalisasinya, artinya values yang ada hanya merupakan slogan atau kata-kata indah namun tidak mencerminkan perilaku dalam organisasi.

Penyebab kegagalan proses internalisasi values dalam suatu organisasi adalah:

  1. Tidak memiliki inisiatif-inisiatif program corporate values yang jelas
    Beberapa organisasi hanya terfokus dalam pembuatan corporate values tanpa memikirkan inisiatif-inisiatif program selanjutnya. Proses pembentukan corporate values diantaranya dimulai dengan Pembentukan change agent team, penentuan values, sosialisasi, internalisasi dan evaluasi. Change agent Team merupakan tim yang dipilih oleh organisasi untuk menjaga seluruh proses pembentukan budaya organisasi agar berjalan sesuai dengan obyektif yang telah ditetapkan.
  2. Values yang dibuat tidak relevan dengan kondisi dan lingkungan organisasi
    Values yang dibuat tentunya harus relevan dengan kondisi dan lingkungan organisasi, karena hal tersebut akan menentukan keberhasilan organisasi.
  3. Kurangnya sosialisasi (kinerja tim change agent tidak maksimal)
    Sosialisasi merupakan hal yang sangat penting bagi internalisasi values. Sosialisasi memungkinkan seluruh individu dalam organisasi memahami dan memaknai values sebagai dasar dari budaya organisasi yang sedang dibangun.
  4. Sikap defensive dari anggota organisasi terhadap perubahan
    Hal ini bisa diminimalisasi melalui sosialisasi dan pendekatan yang tepat. Di tahap awal penerapan corporate values tentunya memerlukan energi besar dan konsistensi.
  5. Kurangnya komitmen pemimpin untuk mendukung suksesnya internalisasi
    Beberapa pemimpin hanya berorientasi pada perubahan values di tingkat bawah sedangkan mereka sendiri tidak mau merubah perilakunya selaras dengan corporate values yang dibuat. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan dalam penerapan corporate values, karena kurangnya komitmen pemimpin dapat merusak keseluruhan proses dalam internalisasi values.
  6. Kurangnya pengawasan saat proses internalisasi
    Pada awal proses penerapan corporate values dapat diberlakukan rewards & punishment dan penunjukkan values police untuk mengawal jalannya proses internalisasi. Pada akhirnya dengan keterlibatan seluruh individu dalam organisasi corporate values dapat terinteralisasi dan membangun budaya organisasi. Jika ini sudah terjadi, maka tanpa rewards & punishment, ataupun values police, perilaku setiap individu dalam organisasi akan mencerminkan corporate values.
  7. Tidak ada proses evaluasi
    Evaluasi secara berkala terhadap inisiatif-inisiatif program corporate values perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat efektifitas inisiatif yang dijalankan. Dalam hal ini continual improvement terhadap inisiatif program harus terus dilakukan. Frekuensi proses evaluasi lebih banyak terjadi di awal pemberlakuan corporate values, namun saat values sudah terinternalisasi maka evaluasi dapat dilakukan dengan jangka waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Organisasi yang memiliki budaya yang kuat akan mendorong pihak lain mengikuti budaya yang berlaku dalam organisasi tersebut, misalnya pegawai baru, tamu yang datang dan bahkan para customer. Sedangkan organisasi yang tidak memiliki budaya yang kuat, cenderung akan terpengaruh dengan pihak lain atau kondisi lingkungan.

Corporate values diperlukan agar seluruh individu dalam organisasi memiliki values yang sama, sehingga tercipta keselarasan dalam organisasi untuk mencapai Goal yang optimal sesuai dengan visi, misi dan sasaran strategis organisasi. Corporate values dapat meningkatkan citra organisasi melalui keunikan yang ditampilkannya.

Sudahkan organisasi Anda memiliki corporate values?

 

Realize or not, every organization has different values. Organizations who realize the importance of corporate values will be explicitly stated it as a norm and guidance for the behavior of individuals within the organization.

To establish corporate values the involvement of all components in the organization is needed. Because basically everyone has the unique values which are formed by the environment from birth to grow up. Family environment, communities and regions form the unique values to each individual. For that reasons, organization needs to establish values that can bond and excite the commitment of each individual in organization without any exception. Through corporate values, they require to behave appropriately. For that reason, in the process of establishing corporate values, it required a proper initiatives with clear objective, measurable and focused, so the values able to build a strong and deep-rooted culture and able to make a difference.

Corporate values as the basis for corporate culture becomes very important because it can reflect the organization's image. When we come to different organization of course, we can feel the different work climate and atmosphere. For examples, when we go to the restaurant "X" which has a strong corporate culture, we can feel the uniqueness of restaurant "X" starting from the greeting, uniforms, presentation, environment and atmosphere. It is formed in such a way so it can portray the restaurant. Unlike when we were in a restaurant "Y" that does not have a strong corporate culture, we certainly will not feel the touch of uniqueness and often the attitude of an employee who appears is natural attitude of each individual, thus we could face with friendly waiter or conversely. It's different from restaurant "X" whereas they are showing images tend to be similar in accordance with established corporate culture.

Identification of corporate values in the organization can be done in several ways, which involving all components in the organization, through the formation of special teams, or an idea from the top management. Many organizations have values, but failed in the process of internalization, which means that values are just a slogan or beautiful words but does not reflect the behavior in the organization.

The causes of values internalization process failure in organization are:

  1. There are no clearly corporate values initiativesSome organizations just focused on making corporate values without thinking about the next initiatives. The process of formation values begins with establishment of corporate change agent team, determining values, socialization, internalization, and evaluation. Change Agent Team selected by the organization to keep the entire process formation of organizational culture can be run according with predetermined objective.
  2. Values are made irrelevant to the conditions and organizations environment.The values are made must be relevant to the conditions and environment organization, because it will determine success of the organization.
  3. Lack of socialization (change agent team performance was not optimal)Socialization is very important for values internalization. Socialization allows all individuals within the organization understand and interpret values as the basis of an organizational culture that is being built.
  4. Defensive attitude of the member organization to change.This can be minimized through proper socialization and approach. In the early stage of corporate values implementation would require a large energy and consistency.
  5. Lack of leaders commitment to support the success of the internalization.Orientation of some leaders for values shifting only at lower levels. Top Management level are not willing to change their behavior in line with corporate values are created. This is a factor that can lead to failure in the implementation of corporate values. Due to lack of leaders commitment may undermine overall process of internalizing values.
  6. Lack of supervision during the process of internalizationIn the beginning of corporate values implementation process could be enforced by rewards & punishments with appoint "values police". This aim is oversee the process of values internalization. Involvement of all individuals in the organization can be easily internalized corporate values and build the organizational culture. If this has happened, without punishment or reward the behavior of every individual in the organization will reflect the corporate values.
  7. There is no evaluation processRegular evaluation of corporate values initiatives need to be done to determine the level of effectiveness of initiatives being undertaken. In this case the continual improvement of initiatives should continue. The frequency of the evaluation process occurs more frequently in the beginning of corporate values implementation, but when values are internalized, the evaluation can be done as the needs of organization.

Organizations that have a strong culture will encourage others to follow the prevailing culture within the organization, such as new employees, guests and even the customer. While the organization does not have a strong culture, tend to be affected by the other parties or environmental conditions.

Corporate values necessary for all individuals within the organization to create alignment in the way to reach their goal as organization vision, mission, and strategic objectives. Corporate values can enhance the organization's image through creating the uniqueness.

Did your organization owned corporate values?

Kategori Artikel